Lomba Administrasi IVA  Test  Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2021

Pada hari Senin 24 Mei 2021, bertempat di Pendopo kemantren Gedongtengen, dilaksanakan penerimaan Tim Lomba Administrasi IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) Test. Kelurahan Pringgokusuman dalam hal ini Poja IV TP PKK Kelurahan sebagai pendamping TP PKK Kemantren Gedongtengen dalam lomba Administrasi IVA Tahun 2021. Lomba Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test merupakan lomba terkait pelaksanaan test deteksi dini kanker serviks. 

Apakah yang dimaksud IVA test ?  IVA Test adalah metode inspeksi visual dengan asam asetat, atau dikenal juga dengan sebutan visual inspection with acetic acid (VIA). Artinya, pemeriksaan IVA juga termasuk ke dalam salah satu metode skrining kanker serviks atau leher rahim.

Seperti namanya, pemeriksaan IVA adalah suatu cara untuk mendeteksi dini mengenai kemungkinan adanya kanker serviks dengan melibatkan penggunaan asam asetat. IVA TEST itu diharapan untuk PUS yg perempuanya usia 30 – 50 thn, dilakukan setahun 1 kali, dan juga wanita diharapkan untuk SADARI ( Periksa Payudara Sendiri ) , dan SADANI ( Periksa Payudara Klinik ) dan tetap menjaga kebersihan daerah V.

Manfaat dari pemeriksaan IVA untuk kanker serviks :

  1. Tes IVA merupakan metode pemeriksaan yang sederhana, cepat, mudah, dan hasilnya bisa langsung diketahui.
  2. Proses pengolahan hasil pemeriksaan tidak perlu dilakukan di laboratorium, sehingga bisa langsung diketahui.
  3. Tes IVA tidak harus selalu dilakukan di rumah sakit, tapi juga bisa dilakukan di puskesmas dengan dokter umum maupun bidan.
  4. Tes IVA dinilai lebih efektif karena bisa dilakukan hanya dengan sekali datang (kunjungan tunggal).
  5. Deteksi dini dengan IVA test memiliki cakupan sekitar 80 persen dalam kurun waktu sekitar 5 tahun, dan diperkirakan dapat menurunkan kemungkinan kanker serviks secara signifikan.
  6. Tes IVA memiliki sensitivitas sekitar 77 persen (rentang antara 56-94 persen), dan spesifitas kurang lebih 86 persen (rentang antara 74-94 persen).
  7. Melakukan skrining kanker serviks dengan frekuensi 5 tahun sekali dapat menurunkan angka kejadian kasus kanker serviks.

Penilaian ini meliputi tiga aspek yakni, aspek input, aspek proses, dan aspek output. Aspek yang pertama adalah seperti bagaimana SDM-nya, bagaimana programnya, dan lainnya. Aspek kedua adalah aspek proses seperti pelayanan, inovasi yang dilakukan, dan ketiga aspek keluaran atau output antara lain mengenai coverage dari target yang telah ditetapkan.

Pada lomba kali ini dipaparkan administrasi IVA Test mulai dari tingkat dasawisma, Kelompok PKK RT, Kelompok PKK RW, Poka IV TP PKK Kelurahan, Pokja IV TP PKK Kemantren, dan Puskesmas.

Hadir dalam kegiatan ini yaitu Tim Juri (yang terdiri dari unsur TP PKK Kota Yogyakarta, Dinkes, DP3AP2KB), Mantri Pamong Praja Gedongtengen, Kepala Puskesmas Gedongtengen, Lurah Pringgokusumann, Lurah Sosromenduran, Ketua TP PKK Kemantren, Ketua TP PKK Kelurahan, dan kader PKK Kemantren dan Kelurahan.